• [SALAH] Rektor asing pertama untuk memimpin kampus UNJ (Universitas Negeri Jakarta)

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/09/2019

    Berita

    Beredar foto dengan narasi sebagai berikut ;

    “PELECEHAN DUNIA PENDIDIKAN NASIONAL !!
    Dan kalian kaum intelek pemuja Jae, masihkah kalian terus menutup mata dan telingamu demi sebuah rasa banggamu atas sosok sederhananya ??
    ________________________
    Jang Youn Cho (Korea) Rektor Asing Pertama di Indonesia
    Menristekdikti Mohamad Nasir akhirnya resmi mengangkat Rektor Asing untuk memimpin kampus UNJ (Universitas Negeri Jakarta).
    Jang Youn saat ini telah resmi berkantor di UNJ.
    Jadi, mulai saat ini perguruan tinggi Indonesia bisa menggunakan rektor asing, kata Nasir dalam pembukaan Rakornas Inovasi 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Senin (26/8/2019).”

    Postingan ini sendiri sudah mengalami proses pengeditan, dengan penggantian “Rektor Asing untuk memimpin kampus UNJ (Universitas Negeri Jakarta).” menjadi “Rektor Asing yg bekerja sama dengan Universitas Nasional di Jakarta.”

    Hasil Cek Fakta

    Jang Youn Cho Ph.D., CPA, pria berkebangsaan Korea Selatan itu menjadi rektor di sebuah universitas di Indonesia, tapi bukan di UNJ tapi di universitas lain di Jakarta.

    Situs berita Detik.com melaporkan mengenai penunjukan Cho sebagai rektor universitas berbasis online Universitas Siber Asia pada tanggal 26 Agustus 2019.

    Paragraf pertama laporan itu berbunyi: “Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memperkenalkan rektor asing Universitas Siber Asia asal Korea Selatan saat di Bali. Dia berharap kehadiran rektor asing bisa memacu kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.”

    Laporan itu juga menyatakan: “Universitas Siber Asia ini merupakan kerja sama Universitas Nasional dengan Hankuk University of Foreign Studies Korea. Rektor asing yang diperkenalkan itu Jang Youn Cho.”

    Nama dan foto Cho bisa dilihat di situs Hankuk University dan di situs Universitas Nasional.

    Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa gambar yang dipakai di unggahan tersebut bersumber dari situs Universitas Nasional dan bisa ditemukan di unggahan bertanggal 27 Maret 2018 dengan keterangan “President Director Cyber Edu Inkor, Jang Youn Cho, Ph.D. saat memaparkan tentang studio cyber edu incor yang menjadi studio pembelajaran berbahasa Korea.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Dandenpom Tangerang mengamankan mobil plat dinas yg dipake anggota banser yang mengaku anggota TNI yang akan apel ke pacar nya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/08/2019

    Berita

    Beredar video mobil Toyota Innova berpelat TNI yang diamankan di ruas tol Tangerang oleh Dandenpom Tangerang. Dalam video tersebut, petugas mencurigai mobil tersebut sehingga sempat mengikutinya selama beberapa saat. Petugas kemudian menyalip mobil tersebut dan memberhentikannya untuk memeriksa sopir. Saat diperiksa, sopir tidak dapat menunjukkan surat-surat resmi seperti SIM dan STNK. Sopir juga mengaku bukan anggota TNI.

    Di media sosial, video tersebut diunggah dengan narasi sebagai berikut;

    “Dandenpom Tangerang, Letkol Cpm Indra Jaya, mengamankan mobil plat dinas yg dipake orang sipil.
    Setelah dperiksa d kantor polisi militer ternyata pengendara tersebut adalah anggota banser yang akan apel ke pacar nya yang mengaku anggota TNI Sespri pejabat militer.”

    Hasil Cek Fakta

    Gerakan Pemuda atau GP Ansor atau membantah video yang narasinya menyebut seorang anggota banser mengendarai mobil berplat TNI.
    “Dengan viralnya video itu, mohon ini dapat disampaikan sebagai bentuk klarifikasi,” kata Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Banten, Khoerun Huda dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Agustus 2019.
    Menurut Huda, Banser telah mengutus Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kota Tangerang, Hartono untuk mengklarifikasi isu itu ke Detasemen Polisi Militer Tangerang.
    Huda mengatakan berdasarkan penuturan petugas di Denpom Tangerang, mereka memperoleh informasi bahwa peristiwa yang ada dalam video tersebut terjadi pada Maret 2019 di sekitar Blok M, Jakarta Selatan.
    Di dalam mobil itu, kata dia, ada empat orang penumpang, terdiri dari satu orang petugas keamanan dan tiga kuli bangunan. Dia mengatakan menurut keterangan petugas di Denpom Tangerang, satpam yang mengemudikan mobil tersebut bukanlah anggota Banser.
    “Hanya seorang satpam yang kebetulan bekerja dengan bos yang punya hubungan baik dengan seorang anggota TNI,” kata dia. Menurut Huda, hari ini Banser bakal kembali ke markas Denpom untuk mengklarifikasi ulang mengenai video tersebut.

    Saat dikonfirmasi, Kapendam Jaya Letkol (Czi) Zulhandrie S membenarkan kejadian tersebut.

    “Kejadiannya benar,” kata Zulhandrie dalam keterangannya, Selasa (27/8).
    Dalam keterangan video yang tersebar di media, disebutkan bahwa sopir mobil merupakan anggota Banser.

    Informasi ini juga dibantah oleh Zulhandrie.
    “Sopir mobil bukan anggota Banser,” ungkapnya.
    Sopir mobil diketahui berinisial KDY, usia 35 tahun, dan berprofesi sebagai karyawan swasta.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pelintiran Premis “Garis Lurus Beijing – Kalimantan Timur”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/08/2019

    Berita

    “Kok bisa LURUS gitu ya”.
    -
    “Pindah Ibukota Sama Sekali Tdk Meningkatkan Nilai Ekonomi Apapun bagi Negara dan Rakyat Indonesia.
    Malah Secara Pertahanan Sangat Mudah Dijangkau China dgn Kapal Perang, Pesawat Tempur, bahkan Rudal China. Lurus dan Terbuka!
    BAHAYA
    Para Ahli Intelijen BICARALAH. Jgn Diam Saja…!”

    Hasil Cek Fakta

    Cocoklogi memanfaatkan sentimen rasis terhadap Tiongkok. Versi garis lurus ke kota-kota di negara lain bisa dibuat juga, tidak hanya ke Beijing.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Batu2 an karya seni Gabion ternyata dari terumbu karang yg dilindungi UU

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 26/08/2019

    Berita

    Instalasi gabion yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat belakangan menjadi perdebatan. Pasalnya batu gabion disebut diduga menggunakan batu atau terumbu karang yang diambil dari laut dan dilarang oleh undang-undang.

    Salah satu sumber pernyataan tersebut adalah dari pemerhati isu lingkungan Riyanni Djangkaru yang menuliskan klaim tersebut di akun instagramnya.

    “Tumpukan karang- karang keras yang sudah mati. Ada karang otak dan berbagai jenis batuan karang lain yang amat mudah dikenali . Kami menjadi bingung, memandang satu sama lain dalam kebisuan, bukannya terumbu karang dilindungi penuh? Bukankah sudah ada berbagai peraturan yg mengatur konservasi terumbu karang?” tulis Riyanni Djangkaru di akun @r_djangkaru.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsita membantah bahwa bahan gabion berasal dari batu karang dan dilarang oleh undang-undang. Dosen geologi FMIPA Universitas Indonesia (UI) Asri Oktavioni menerangkan, batu gamping merupakan terumbu karang yang jutan tahun lalu ada di laut tetapi kemudian mati dan mengalami proses geologi yang disebut mineralisasi dan kristalisasi kemudian menjadi batu. Posisinya pun sekarang bukan di pantai, tapi di gunung.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini